Jumat, 15 Juni 2012
Minggu, 29 April 2012
DIa dulu tidak seperti itu
seorang sarjana dengan sejuta harapan akan cerahnya sebuah masa depan berhenti sejenak dipersimpangan jalan untuk menghela nafas hilangkan lelah ..keringat mengucur deras dari sekujur tubuhnya,wajah yang sayu menahan dahaga dengan tatapan mata yang kosong...sebatang rokok yang tersisa dia keluarkan dari sakunya lalu dihisap sangat dalam dengan harapan setidaknya itu bisa menenangkan pikirannya,jauhkan sejenak masalah angan dan cita2 nya..
sehari penuh dia mencoba tawarkan apa yang dia pelajari selama bertahun2 dalam berupa selembar ijazah dengan harapan dapat dianggap sebagai seorang yang berguna meskipun jawaban yang selalu diterimanya adalah "LOWONGAN TIDAK ADA"...senyum pahit terukir di bibirny gambaran bila saat itu sejuta kebingungan talah melanda jiwanya dengan satu pertanyaan yang belum adsa jawabannya..mau jadi apakah aku...baju nya kini basah akan keringat...keringat yang membentuk huruf2 yang menceritakan kembali masa laluny siapakah dia dulunya
Dulu dia adalah mahasiswa yang selalu berjalan dengan segala keangkuhanny..ucapan revolusi adalah menjadi suatu hal yang akrab keluar dari mulutny...pembangkangan demi pembangkangan,keributan dengan segala keributan,itulah yang dulu menjadi ciri khas untuk mengenal dia..sakit hati dan perasaan orang lain tidak lah begitu penting untuk menjadi hal yang dipikirkannya...berjalan sesuai dengan apa yang dipikirkannya...
tidak ada hal apapun yang bisa menjadi suatu alasan ketakutan bagi dia...baginya jarak antara hidup dan mati hanya sejengkal sehingga terlalu mudah menurutnya untuk dipermainkan sehingga dalam berbicara maupun bertindak dia hanya melakukan apa yang menurutnya bisa menyenangkan dia....
telepon berdering.....orang tuanya menyapa dari tempat yang jauh disana ...ucapan bijak namun begitu menyesakkan baginya..."jika memang di medan tidak bekerja apakah alangkah baiknya ananda jika bekerja dikampung saja????"dia tersentak..lemari terbongkar ijazah pun dikeluarkan...jeans koyak berganti dengan celana goyang..kaus oblong berubah wujud jadi kemeja rapi yg sudah berapa tahun tak pernah digunakannya...sepatu hitam menjadi pelengkap sebagai transisi dari sandal jepit yang sudah menjadi ciri khasny...langkah tegap melewati pintu rumah...bersiap untuk memulai suatu langkah baru....yakni mencari kerja...HASILNYA????????????????
sabarr,,,,,,,,,indah pada waktunya.
sehari penuh dia mencoba tawarkan apa yang dia pelajari selama bertahun2 dalam berupa selembar ijazah dengan harapan dapat dianggap sebagai seorang yang berguna meskipun jawaban yang selalu diterimanya adalah "LOWONGAN TIDAK ADA"...senyum pahit terukir di bibirny gambaran bila saat itu sejuta kebingungan talah melanda jiwanya dengan satu pertanyaan yang belum adsa jawabannya..mau jadi apakah aku...baju nya kini basah akan keringat...keringat yang membentuk huruf2 yang menceritakan kembali masa laluny siapakah dia dulunya
Dulu dia adalah mahasiswa yang selalu berjalan dengan segala keangkuhanny..ucapan revolusi adalah menjadi suatu hal yang akrab keluar dari mulutny...pembangkangan demi pembangkangan,keributan dengan segala keributan,itulah yang dulu menjadi ciri khas untuk mengenal dia..sakit hati dan perasaan orang lain tidak lah begitu penting untuk menjadi hal yang dipikirkannya...berjalan sesuai dengan apa yang dipikirkannya...
tidak ada hal apapun yang bisa menjadi suatu alasan ketakutan bagi dia...baginya jarak antara hidup dan mati hanya sejengkal sehingga terlalu mudah menurutnya untuk dipermainkan sehingga dalam berbicara maupun bertindak dia hanya melakukan apa yang menurutnya bisa menyenangkan dia....
telepon berdering.....orang tuanya menyapa dari tempat yang jauh disana ...ucapan bijak namun begitu menyesakkan baginya..."jika memang di medan tidak bekerja apakah alangkah baiknya ananda jika bekerja dikampung saja????"dia tersentak..lemari terbongkar ijazah pun dikeluarkan...jeans koyak berganti dengan celana goyang..kaus oblong berubah wujud jadi kemeja rapi yg sudah berapa tahun tak pernah digunakannya...sepatu hitam menjadi pelengkap sebagai transisi dari sandal jepit yang sudah menjadi ciri khasny...langkah tegap melewati pintu rumah...bersiap untuk memulai suatu langkah baru....yakni mencari kerja...HASILNYA????????????????
sabarr,,,,,,,,,indah pada waktunya.
Selasa, 14 Februari 2012
Makna Valentine
Makna Valentine
Penulis : AMSONI S
Selasa, 14 Februari 2012, Dibaca : 3418 kali | Dicetak : 102 kaliKonon di Jepang, pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya dan tidak bisa menghasilkan apa-apa lagi, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari, ada seorang pemuda berniat membuang ibunya ke hutan, karena sang ibu telah lumpuh dan mulai pikun sehingga dianggap menjadi beban buat kehidupannya. Pagi-pagi sekali, ia tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya, kemudian menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Ketika keduanya tiba di tengah-tengah hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibunya dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan rasa sedih. Ia tak menyangka, dirinya sanggup melakukan perbuatan ini.
Justru si ibu yang tampak tegar. Sambil tersenyum, dia berkata, "Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa, aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Nak, tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting-ranting kayu. Aku takut kau tersesat. Nah sekarang, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah."
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras. Kemudian, ia langsung memeluk ibunya dan kembali menggendong untuk membawa sang ibu pulang ker umah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya hingga akhir hayatnya.
Pesan Moral
Orangtua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Sedari muda, mereka telah bekerja keras untuk menghidupi dan memberikan pendidikan yang layak bagi kita, anak-anaknya.
Sebelum terlambat, cintai dan sayangi ayah dan ibu kita sampai ajal menjemput. Ingat, tanpa mereka tentunya kita tak kan ada di dunia ini. Jangan biarkan mereka meninggal dalam kesendirian, sambil merindukan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang mereka kasihi. Itulah Valentine :)
Langganan:
Komentar (Atom)
SELAMAT NATAL IBU, TAHUN INI AKU TIDAK PULANG
Aku merenung sejenak menatap lampu jalanan yang sudah mulai menyala. Ku susuri perlahan trotoar berdebu itu dengan perlahan tanpa berniat un...
-
Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Beke...
-
Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya...
-
Lumbantoruan merupakan salah satu marga dari suku Batak, diwarisi oleh semua yang bermarga Lumbantoruan, baik lelaki maupun wanita...

