} AMSONI SIHOMBING

“B. BATAK :Binuang-Binuang Ganda, Holit-Holit Mago ( Generosity produces abundance. Stinginess produces destitution.) Artinya; Semakin Murah Memberi, Semakin Berlimpah. Semakin Kikir, Semakin Tidak Punya”

"PUTRA DOLOK SIRAUT DAIRI SUMATERA UTARA"

PUTRA DOLOK SIRAUT DAIRI

Loading...

http://amsoni-s.blogspot.com

Senin, 14 April 2014

Sudut Kecil Realita Orang Pendiam

Setiap hari manusia disibukan dengan berbagi aktivitas yang menyibukan. Para pekerja dan pelajar bergegas menyambut hari bersama mentari yang bersinar. Waktu yang panjang tak ubahnya seperti sekecil jarum jam yang bergerak teramat cepat. Orang-orang sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Suatu saat ku lihat sekelompok orang tertawa bercanda dengan riangnya. Terlihat seorang anak disudut ruangan duduk manis sambil memandang orang-orang tersebut. Lama ku perhatikan, ternyata dia hanya duduk menyendiri dan tak ada yang menemaninya sebagai teman berbincang. Dari kejauhan ia terlihat tenang dan menikmati kesendiriannya sehingga aku pun mengira ia terlihat seperti tak ada beban dan hanya tersenyum tenang. Akan tetapi, tahukan kita bahwa orang-orang yang sering duduk sendiri atau terpisah dari orang banyak mereka lebih membutuhkan teman? Mereka bersikap tenang karena berusaha menyembunyikan ketidak mampuannya dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Nah, Sobat Sekalian! Apa sebenarnya hal-hal yang tersembunyi dibalik orang yang pendiam yang kebanyakan orang tidak ketahui? Orang pendiam mempunyai banyak perbedaan dari kebanyakan orang terutama dalam hal kepribadiannya. Hal yang paling menonjol adalah mereka labih suka menyendiri dan tidak suka dengan keramaian. Pada umumnya meraka mempunya emosi yang agak labil. Itu sebabnya kenapa saat marah terkadang mereka lebih menyeramkan (kayak yang buas aja ya?/he2) dari pada yang lain walaupun sangat jarang ditemukan. Biasanya orang yang pendiam cenderung agak lama dalam hal mengambil keputusan untuk menentukan tindakan meskipun tidak menutup kemungkinan juga mereka lebih menonjol dalam suatu hal. Terkadang kita lihat ada teman kita yang harus berdiam terlebih dahulu sebelum berbicara atau bertindak. Kenapa orang pendiam lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan orang-orang? Ada beberapa alasan yang menyebabkannya. Pertama, terkadang mereka lebih nyaman ketika menyendiri karena biasanya orang pendiam tidak suka dengan keributan atau kebisingan. Tapi jangan salah, sekalipun menyukai kesendirian, mereka akan merasa diasingkan ketika sendiri dalam sebuah kelompok (jadi perhatikan temanmu ya). Yang kedua, pemikiran atau prinsip dapat melakukans suatu hal dengan kemampuan sendiri dan merasa tidak butuh orang lain akan mendorong seseorang untuk menyendiri. Percaya pada diri sendiri memang diperlukan, tapi ternyata tidak bagus juga jika terlalu berlebihan. Kemudian, seseorang tidak terlau aktif karena berusaha menutupi kekurangnya, baik itu karena tidak pandai berbicara atau sulit bergaul dengan orang lain. Akan tetapi terkadang ketika orang berdiam diri mungkin saja ia lebih memilih menjaga lisannya ketimbang mengucapkan hal yang tidak perlu. Meskipun hal-hal diatas terkesan sebagai kekurangan akan tetapi orang pendiam bukan berarti tidak mempunyai kelebihan. Jika kita mau melihat lebih jauh, terdapat banyak kelebihan yang dimiliki orang-orang yang cenderung berdiam. Karena penggunaan otaknya lebih dipakai untuk merenung dan berpikir, biasanya mereka akan lebih bisa mengontrol kamampuannya dalam memilah mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu, kamampuan berimajinasi akan menjadikan seseorang berjiwa seni tinggi karena biasanya mereka menuangkan pendapat/idenya melalui karya yang dihasilkannya, baik itu berupa lukisan (Tapi jangan melukis mahluk bernyawa ya), karya ilmiah atau yang lainnya. Orang pendiam biasanya lebih unggul dalam hal eksak yang membutuhkan pemikiran ketimbang berhubungan langsung dengan praktek dalam hal sosialisai. Meskipun seseorang yang pendiam lebih suka menyendiri, tapi tahukah kita yang sebenarnya mereka butuhkan? Kita mungkin pernah melihat teman kita yang duduk sendirian jauh dari yang lain. Ia terlihat sangat tenang dan nampak menikmati kesendiriannya sehingga kitapun menjadi enggan untuk mendekatinya. Akan tetapi, pemikiran ini sepertinya harus agak di rubah. Pada kenyataannya orang tersebut akan lebih senang jika kita hampiri dan temani. Apakah kita tahu kenapa? Mereka akan merasa diakui karena yang benar-benar mereka butuhkan adalah ….. “Teman”. amsoni frank sihombing

Sabtu, 12 April 2014

Mencari Kebahagiaan

Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian. “Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ. Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram. “Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana. Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya. Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?” Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu. Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?” Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..” Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri. About these ads

Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda – Itulah Sahabat

Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan. Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan. Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan. Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Senin, 01 Juli 2013

SEPENGGAL RENUNGAN SAJA

Kenapa kita menutup mata ketika tidur? ketika menangis? ketika membayangkan? ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat,, Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengan nya dan jatuh ke dalam satu keanehan serupa yang dinamakan cinta,, Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal dari suatu kehidupan baru.. kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba.. karna mereka lah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka,, Cinta yang sebenarnya adalah ketika kita meneteskan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak peduulikanmu, dan kamu masih menunggu nya dengan setia.. adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata 'Aku turut berbahagia untuk mu' .. Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu.. biarkan hati mu kembali ke alam bebas lagi.. kau mungkin menyadari bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.. Orang yang bahagia bukanlah selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh.. entah bagai mana dari perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cinta mu akan tetap di hatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kita buat.. Lebih menyakitkan menangis dalam hati daripada menangis tersedu atau mengadu.. air mata yang keluar dapat di hapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka di hati yang tidak akan pernah hilang.. Mungkin akan tiba saat nya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karna orang itu berhenti kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya.. Namun bila kau benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. bila dia tidak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan mencari, jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu mencintai tanpa suatu balasan, mengapa tak berjuang demi cinta mu? mungkin itu lah cinta sejati mu.. Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakn cinta padamu, karna takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila ia suatu saat pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta yang tidak kamu sadari.. Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau memang mencintainya, meskipun kau tak tau apakah cinta itu ada juga padanya??????????? hhaahaha,,, postingan kale ni BERLE... MAUP DI DARAT Semoga Bermanfaat . AMS

Selasa, 25 Juni 2013

Asal-usul Marga Sihombing




Lumbantoruan merupakan salah satu marga dari suku Batak, diwarisi oleh semua yang bermarga Lumbantoruan, baik lelaki maupun wanita dari garis keturunan Bapak secara turun-temurun. Lumbantoruan yang pertama bergelar BORSAK SIRUMONGGUR, merupakan anak kedua dari Sihombing yang mempunyai 4 orang anaklaki-laki dengan urutan sebagai berikut:

Silaban gelar Borsak Junjungan
Lumbantoruan gelar Borsak Sirumonggur
Nababan gelar Borsak Mangatasi
Hutasoit gelar Borsak Bimbinan.

Marga yang diwarisi oleh keturunan masing-masing adalah Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit. Keempat gelar tersebut sering dipakai sebagai nama perkumpulan marga oleh keturunan yang bersangkutan di perantauan, atau sebagai nama nenek moyang dari marga yang bersangkutan. Misalnya marga Lumbantoruan, pomparan (keturunan) dari Borsak Sorumonggur.

Perlu dicatat bahwa mayoritas orang yang bermarga Lumbantoruan memakai marga Sihombing, sedangkan yang bermarga Silaban, Nababan, dan Hutasoit hanya sedikit yang memakaimarga Sihombing.

Mengingat keturunan dari masing-masing marga telah banyak jumlahnya, maka sejak puluhan tahun yang lalu telah disepakati oleh keturunan dari empat bersaudara: Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit untuk boleh saling mengawini. Artinya,lelaki dari masing-masing marga ini boleh mengawini perempuan marga lainnya dari kelompok empat marga yang bersaudara tersebut. Persetujuan nikah tersebut di dalam upacara tastas bombong.

MENGAPA MARGA ITU PERLU?

Sejak dulu Orang Batak telah mempunyai marga. Marga memegang peranan dalam adat istiadat, budaya, pergaulan, dan kehidupan sosial di lingkungan masyarakat Batak, khususnya dalam rangka melaksanakan falsafah Dalihan na Tolu. Selama- orang masih mengaku dirinya sebagai Orang Batak ia akan tetap memerlukan marganya di dalam penyelenggaraan adat istiadat, budaya, dan tata krama pergaulan di dalam masyarakat, sekalipun ia hidup di perantauan.

Selain itu, marga yang diwarisi secara turun temurun itu dapat berfungsi sebagai family name, yang umumnya pada banyak bangsa di dunia ini diwariskan kepada keturunannya. J adi, marga itu –umpanya Lumbantoruan– dapat berfungsi sebagai salah satu identitas.

SEJAK KAPAN MARGA LUMBANTORUAN ITU ADA?

Di dalam kehidupan sosial dan pergaulan Orang Batak, masing-masing orang yang semarga perlu mengetahui silsilah dan nomor silsilah masing-masing. Kenapa silsilah perlu diketahui adalah untuk membedakan teman semarga yang kita hadapi itu apakah merupakan haha doli (abang) atau anggi doli (adik). Sedangkan gunanya mengetahui nomor silsilah adalah agar kita mengetahui apakah teman semarga yang kita hadapi itu termasuk golongan Bapak, Kakek, Anak, atau Cucu.

Nomor silsilah nenek moyang kita, Borsak Sorumonggur adalah nomor 1. Nomor silsilah anaknya adalah nomor 2, sedangkan cucunya adalah nomor 3, demikian seterusnya. Apabila seorang memiliki silsilah bemomor 15, maka ia akan menyebut marga Lumbantoruan bemomor silsilah 14 sebagai Bapak dan yang bemomor silsilah 16 sebagai Anak.

Dengan memperhatikan nomor silsilah bermarga Lumbantoruan di Jabodetabek, nomor silsilah generasi Lumbantoruan yang hidup sekarang bervariasi, mulai dari nomor 14 sampai dengan nomor 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa marga Lumbantoruan sudah ada sejak sekita 3 - 4 abad yang silam.

DI MANAKAH TEMPAT BERMUKIM MARGA LUMBANTORUAN?

Semula, Sihombing bermukim di Pulau Samosir. Mungkin untuk memperoleh ruang hidup yang lebih baru dan lebih baik ia bersama keempat anaknya: Silaban, Lumbantoruan,

Nababan, dan Hutasoit pindah ke Tipang, seberang Danau Toba. Tipang terletak di pantai, selatan Danau Toba, pada tanah pesisir yang sempit, dikelilingi perbukitan yang cukup, tinggi di sebelah selatan, tidak jauh dari Bakara –tempat pemukiman Raja Sisingamangaraja.

Keluarga Sihombing beserta anak-anaknya cepat berlipat ganda di Tipang, hal yang membuat lahan persawahan dan pertanian yang terasa kurang. Oleh sebab itu, sebagian

keturunan Sihombing bermigrasi (pindah) ke dataran tinggi, atau disebut juga Humbang, Semula, keturunan Lumbantoruan mendirikan kampung dekat Lintongnihuta, namanya, Sipagabu. Dari Sipagabu inilah secara bertahap keturunan Lumbantoruan berpencar dii daerah Humbang, yaitu:

a) Lintongnihuta dan sekitarnya

b) Bahalbatudansekitarnya

c) Sibaragas dan sekitarnya

d) Sipultak dan sekitarnya

e) Butar dan sekitarnya.

Di tiga daerah pertama bermukim keturunan Hutagurgur Lumbantoruan, anak sulung Lumbantoruan. Di Butar dan sekitarnya bermukim keturunan Toga Hariara Lumbantoruan, anak kedua (bungsu) dari Lumbantoruan. Di keempat daerah tersebut marga Lumbantoruan merupakan mayoritas ketimbang marga-mara yang lain. Selain di empat daerah itu, keturunan Lumbantoruan juga berbaur dengan Silaban, Nababan, dll

Hutasoit di luar Humbang, persisnya di sekitar Pahae yang berbatasan dengan Angkola. Di Tipang sendiri sampai sekarang masih tinggal bermukim sekelompok Lumbantoruan keturunan Mambirjalang, dalam hal ini Pareme dan Nasorasabat.

Perlu juga diketahui tempat pemukiman ketiga marga keturunan Sihombing (Silaban, Nababan, dan Hutasoit) di Humbang, yaitu:

1. Silaban di Silabanrura, Butar
2. Nababan di Nagasaribu, Lumban Tonga-tonga Paniaran, Sipariama, dan Lumban Motung dan sekitarnya.
3. Hutasoit di Siborong-borong, Butar, Lintongnihuta, dan sekitarnya.

Untuk beberapa abad, persawahan dan pertanian di tempat pemukiman Lumbantoruan masih terasa cukup. Akan tetapi, seiring dengan percepatan pertumbuhan keturunan Lumbantoruan yang cepat berlipat ganda, persawahan dan pertanian pun semakin terbatas. Sejak itulah keluarga-keluarga Lumbantoruan bermigrasi ke tempat lain. Pada masa Perang Kemerdekaan, perpindahan keluarga-keluarga Lumbantoruan makin meningkat ke daerah Sumatera Timur. Secara bertahap hingga sekarang keluarga-keluarga Lumbantoruan (terlebih generasi mudanya) banyak yang pindah ke tempat lain, tersebar hingga ke kota-kota besar dan pulau-pulau lainnya.

Akibatnya sekarang, banyak kampung di Humbang, daerah asal Lumbantoruan, mayoritas penduduknya adalah orang-orang yang sudah tua. Banyak para pemuda meninggalkan kampung halamannya untuk sekolah atau untuk memperoleh hidup yang lebih baik. Di Jakarta, mereka mempunyai Parsadaan (perkumpulan) yang diberi nama Parsadaan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Dohot Boru & Bere Se
Jabotabekdep dan sekitarnya.

SIAPAKAH YANG BERMARGA LUMBANTORUAN?

Yang bermarga Lumbantoruan adalah :

1. Pada dasarnya semua orang, lelaki dan wanita, yang mewarisi marga tersebut melalui garis bapaknya.
2. Semua perempuan non-Batak yang sudah diberi (diampehon) marga boru Lumbantoruan melalui proses adat atas permintaanya sendiri dan (calon) suaminya. Suaminya adalah bere dari salah satu keluarga Lumbontoruan, atau anak atau keturunanya dari saudara perempuannya.
3. Semua lelaki non-Lumbantoruan yang diadopsi oleh salah satu keluarga Lumbantoruan.

BAGAIMANA PEREMPUAN ATAU LELAKI NON-LUMBANTORUAN BISA MENJADI LUMBANTORUAN?

Seperti dikemukakan di atas sudah makin banyak keluarga Lumbantoruan yang berdomisili jauh dari daerah asal nenek moyangnya. Dalam situasi yang demikian perkawinan antar suku, bahkan antar bangsa tak terhindarkan. Oleh Sebab itu sudah makin banyak pemuda Lumbantoruan yang menikah dengan perempuan dari suku non-Batak.

Demikian pula para bere dari Lumbantoruan, yaitu anak atau keturunan dari ibu (boru) Lumbantoruan. Dalam hal ini banyak bere dari Lumbantoruan, yang bersama calon isterinya memohon kepada keluarga Lumbantoruan terdekat untuk memberi (mangampehon) marga kepada sang (calon) isteri tersebut . Dengan demikian praktis keluarga Lumbontoruan tersebut “harus” mengadopsi perempuan non-Batak dimaksud menjadi anaknya putrinya atas restu ketiga unsur marga sesuai dalihan na tolu.

Dengan pemberian marga itu, maka :

1. Bere itu mempunyai Hula-hula
2. Anaknya mempunyai Tulang
3. Cucunya mempunyai Bona Tulang
4. Anak cucunya mempuyai Bona ni Ari

Hal yang sama bisa terjadi pada lelaki non-Lumbantoruan, bisa menyandang marga Lumbantoruan melalui proses memberi (mangampehon) marga atas permintaan pihak

keluarga (calon) isteri lelaki dari suku non-Batak tersebut. Hanya memang, peristiwa ini sangat jarang, karena prosedumya lebih ketat dan memerlukan pertimbangan yang lebih matang. Dengan demikian terjamin hak dan kewajibannya dalam adat istiadat orang Batak sampai tiga keturunan
.

hurang lobi mohon di maklumi



AMSONI SIHOMBING


http://sihombing.forumfamilly.com/t1-asal-usul-marga-sihombing-lumbantoruan

Jumat, 21 Juni 2013

Penyesalan,,,,

“Penyesalan selalu datang terlambat”, kata-kata ini seakan sudah menjadi hukum yang disepakati bersama. Jarang sekali pendapat “sesal dulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna” bisa diejawantahkan. Hal ini bisa terjadi karena saya belum bisa menyeimbangkan tiga perangkat penting yang dianugerahkan Tuhan kepada saya : akal, perasaan dan kecerdasan spiritual. Tiga komponen ini adalah satu kesatuan yang tak mungkin dipisahkan.
Sulit sekali memang ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan atau pilihan, saya “bertanya” dengan apik kepada ketiga komponen yang kita miliki tersebut. Terkadang, perasaan lebih dominan hingga akal terkalahkan. Jadilah keputusan yang dibuat jauh dari cara pandang secara umum. Atau sebaliknya, akal lebih menguasai hingga kita jadi seorang makhluk yang tak punya rasa empati. Lebih parah lagi ketika kita sama sekali tidak melirik pada kecerdasan spiritual yang saya punyai, dan sayapun tidak terlalu cerdas untuk yang satu ini.
Maafkan saya sahabat. Penyesalan menjadi penting untuk dibahas, karena kecerobohon demi kecorobohan yang saya lakukan akhir-akhir ini. Spiritual yang tak terasah telah membuat saya melaju menjadi seorang hamba yang sombong, kehilangan rasa empati dan sering mengeluh. Pertolongan Tuhan serasa sulit digapai, Syair lagu Bimbo “Aku jauh.. Engkau jauh… Hati adalah cermin.. tempat pahala dan dosa bertarung.. “ seringkali terngiang tapi tak satupun perubahan yang saya lakukan. Saya merasa “stag”, tak bisa bergerak, tak bisa berbuat apa-apa, bahkan menangis pun tak bisa, tak ada yang bisa menyentuh perasaan terdalam padahal saya adalah seorang pria.
“Tangisan adalah senjata” tidak berlaku sama sekali. Hati ini terasa begitu gersang. Saya merasa ngeri dengan diri sendiri, berada di “negeri lain” dan tak menghiraukan dunia yang sudah ada. Saya tidak peduli dengan pandangan teman-teman, saya tidak peduli dengan lingkungan, tidak bisa membedakan hak dan kewajiban, mencampuradukkan benar dengan salah, dan tak ingin berpikir yang membuat lelah. Saya lelah lahir batin. Norak ya sobat ?
Bacaan-bacaan penggugah semangat juga tak mempan.Nasehat demi nasehat dari orang terdekat hanya melintas di telinga untuk sekejap..
jiwa saya gelisah, saya ragu apakah Tuhan dengan apa yang saya perbuat saat ini ?
Dalam hati, saya teriak dan menangis.. hingga curhat-curhatnya yang lain tak sempat saya dengarkan dengan seksama. Saya rasakan “tamparan demi tamparan” Tuhan merasuk dalam hati, sejuk sekali.. Kasih sayang Tuhan serasa menjalar di setiap pembuluh darah.
Penyesalan selalu datang terlambat. berbulan-bulan, cukup lama untuk sebuah kekecewaan dan kemalasan, cukup lama untuk berubah, cukup lama untuk bersekutu dgn Tuhan dan cukup lama untuk mengabaikan sesama. Tiba-tiba rasa takut menyelinap.. andaikan Tuhan memanggil dalam keadaan terburuk itu, sanggupkah saya menghadap-Nya ? ya Tuhan..
“Ya Tuhan, jadikan penyesalan ku ini sebagai penyesalan terakhir. Beri aku kemampuan untuk mengerahkan semua instrument yang Kau anugerahkan sebagai kompas untuk penuntun langkah dalam setiap detak kehidupan, hingga tiada lagi penyesalan tak berguna. Ijinkan aku menitipkan cinta untuk semua makhluk yang telah Kau hadirkan tuk belajarku. Pandu aku untuk bisa selalu mengasihi. Ampuni aku ya Tuhan. Makasih telah ajari aku cintai-Mu lewat jalan yang Kau sukai”

@amsoni SH

Sabtu, 15 Juni 2013

HOLONG...."CINTA"

Cinta adalah ketika kamu yakin bahwa dirimu telah melupakannya, kamu masih menemukan dirimu peduli padanya.
Cinta bukanlah sebuah permainan. Cinta adalah perpaduan dua hati yang saling berjanji, meski pernah tersakiti, cinta tak akan pergi.
Cinta memang butuh 2 hati yang saling percaya, yang meski tak pernah mudah tapi akan bertahan selamanya jika keduanya: SETIA.
Cinta Mencintai seseorang berarti menjadikannya bagian dari dirimu. Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya.
Cinta merupakan perasaan yang sederhana, tetapi memiliki andill besar didalam merubah sesuatu yang tidak mungkin terjadi didalam pikiran manusia.
Cinta sejati bukanlah yang berusaha untuk mengubahmu, tapi yang berhasil menerimamu dan tumbuh dewasa bersama denganmu.
Cinta seorang ibu adalah penyemangat yang memungkinkan seseorang untuk melakukan hal yang menakjubkan.
Cinta tidak bisa salah, hubungan bisa tidak butuh alasan untuk mencintai, tapi butuh lebih dari alasan untuk menjalin sebuah hubungan.
Cinta tidak hanya tentang: "Aku sangat beruntung memilikimu", tapi juga: "Kau sangat beruntung memilikiku".
Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Cintai dengan tulus, mungkin buatmu terluka, tapi buatmu kian dewasa. Maafkan, memberi hati pelajaran tentang KETULUSAN.
Cobalah sesuatu itu dari hal yang paling kecil atau mudah barulah anda mencoba untuk ke level selanjutnya.


kbotolan tadi gk da kerjaan,,,,
jdi ngumpulin kata-kata ini dari tempat sampah

sedikit lobi/berle,,,
posting agak berbeda dulu

salam hangat
@@@@@@@@@""amss""#######